Girpos.com ,LAMONGAN – Tenda pramuka berdiri di Lapangan Desa Menongo. Di sanalah 16 siswa MI Muhammadiyah 02 Menongo Sukodadi mengasah mental dan keterampilan selama 2 hari dalam kegiatan ITA JAMNAS 2026, 13-14 Agustus 2026. Semangat Jambore Nasional XII 2026 yang berkobar di Cibubur, Jakarta, ternyata menggema hingga ke Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Pada Kamis-Jumat, 13-14 Agustus 2026,
Bumi Perkemahan Lapangan Desa Menongo menjadi saksi bisu ketangguhan ratusan Pramuka Penggalang setingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Sukodadi dalam kegiatan Perkemahan Ikut Serta Jambore Nasional XII Tahun 2026 atau ITA JAMNAS 2026. Di tengah lautan tenda dan yel-yel regu, delegasi MI Muhammadiyah 02 Menongo hadir sebagai salah satu gugus depan yang paling siap, mengirimkan 16 peserta terbaiknya untuk menempa karakter melalui simulasi jambore nasional selama 2 hari 1 malam. Dengan mengusung tema “Disiplin, Berdedikasi, dan Berprestasi” serta motto “Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubhaktikan”, kehadiran siswa-siswi MI Muhammadiyah 02 Menongo bukan sekadar memenuhi kuota, melainkan wujud nyata komitmen madrasah dalam mencetak generasi penggalang yang SESOSIF (Spiritual, Emosional, Sosial, Intelektual, dan Fisik).
Miniatur Jambore Nasional Sebagai Laboratorium Karakter SESOSIF
Inti dari partisipasi MI Muhammadiyah 02 Menongo adalah mengikuti rangkaian kegiatan padat yang dirancang sebagai replika autentik Jambore Nasional. Kegiatan ini mencakup tiga pilar utama: (1) Rotasi Anjungan Keterampilan, di mana peserta belajar kewirausahaan membuat olahan tempe, studi pertanian langsung di kebun, fashion show kreatif menggunakan bahan daur ulang plastik, serta keterampilan pionering dan semaphore; (2) Kegiatan Non-Rotasi Internal Camp, meliputi sholat berjamaah, senam pramuka, anjangsana antar-tenda, forum diskusi penggalang, pemutaran film pendidikan, pentas seni, dan puncak emosional Malam Api Unggun dengan Renungan Jiwa; serta (3) Kegiatan Khusus, seperti Lintas Medan, Pameran Miniatur Pionering, Permainan Besar, dan penutupan dengan Upacara HUT Pramuka ke-65. Setiap aktivitas bertujuan membentuk karakter holistik: Spiritual (ibadah & renungan), Emosional (ketahanan mental saat lintas medan), Sosial (kerjasama regu & anjangsana), Intelektual (kewirausahaan & pioneering), dan Fisik (senam & olahraga). Bagi MI Muhammadiyah 02 Menongo, ini adalah ujian komprehensif atas proses pembinaan pramuka di madrasah.
Enam Belas Penggalang Tangguh Representasi Madrasah Muhammadiyah
Protagonis dalam narasi ini adalah 16 siswa-siswi MI Muhammadiyah 02 Menongo yang terbagi dalam dua regu penuh semangat. Regu Putra terdiri dari Fahri, Faruq, Viko, Daffa, Hafiz, Rakha, Andra, dan Alif. Sementara Regu Putri diwakili oleh Nina, Mila, Kinan, Biba, Nessa, Mila, Yasinta, dan Lyta. Keenam belas nama ini bukan sekadar daftar absen; mereka adalah duta-duta kecil yang membawa nama baik madrasah di setiap pos rotasi, di setiap barisan upacara, dan di setiap momen kebersamaan. Di balik layar, keberhasilan delegasi ini ditopang oleh dukungan penuh Kepala MI Muhammadiyah 02 Menongo yang memberikan pesan moral sebelum keberangkatan, serta apresiasi terhadap kerja keras panitia KKMI Sukodadi yang diketuai Kak Mustofa, S.Pd.I. dengan penanggung jawab Kak Midkhol Huda, S.Pd. Kolaborasi antara pimpinan madrasah, pembina pramuka, dan panitia memastikan bahwa setiap peserta tidak hanya bertanding, tetapi juga mendapatkan pengalaman edukatif yang aman dan bermakna.
Dua Hari Intensif di Halaman Sendiri
Pelaksanaan pada 13-14 Agustus 2026 dipilih secara strategis agar selaras dengan Jambore Nasional XII di Cibubur, menciptakan rasa “serentak nasional” meski berada di tingkat kecamatan. Lokasi di Lapangan Desa Menongo memiliki makna khusus bagi MI Muhammadiyah 02 Menongo; karena berlokasi di desa yang sama, peserta bisa merasakan kebanggaan menjadi tuan rumah sekaligus tamu istimewa di bumi perkemahan sendiri. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB hari Kamis dengan cek-in dan pendirian tenda, berlanjut intensif hingga upacara penutupan dan HUT Pramuka ke-65 pada Jumat sore pukul 15.00-16.00. Jadwal yang padat namun terstruktur ini memastikan bahwa setiap menit dimanfaatkan maksimal untuk pembentukan karakter, tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan peserta. Bagi siswa MI Muhammadiyah 02 Menongo, berkemah di halaman desanya sendiri adalah pelajaran tentang mencintai lingkungan sekitar sambil tetap menjaga profesionalisme sebagai peserta lomba.
Membuktikan Anak Muhammadiyah Adalah Teladan Disiplin dan Akhlak
Mengapa MI Muhammadiyah 02 Menongo berpartisipasi aktif dalam ITA JAMNAS 2026? Karena pramuka adalah manifestasi nilai-nilai Islam berkemajuan yang diajarkan di madrasah. Seperti ditegaskan Kepala Madrasah dalam pesannya, “ITA JAMNAS 2026 ini adalah sarana latihan kemandirian, berdedikasi, dan berprestasi… Tunjukkan bahwa anak Muhammadiyah adalah anak yang disiplin, berakhlak, dan bisa menjadi teladan.” Kegiatan ini adalah jawaban atas tantangan zaman: bagaimana membentuk anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, peduli sosial, dan kuat secara spiritual. Melalui Dasa Dharma Pramuka yang dipraktikkan langsung di lapangan—dari cinta alam hingga taat aturan—siswa belajar bahwa agama dan kebangsaan bukanlah konsep abstrak, melainkan aksi nyata. Partisipasi ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap ekosistem pendidikan Islam di Sukodadi yang dipimpin KKMI, membuktikan bahwa madrasah mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif dan berkarakter
Dari Pesan Kepala Madrasah Hingga Renungan di Api Unggun
Bagaimana strategi MI Muhammadiyah 02 Menongo menghadapi ITA JAMNAS 2026? Dimulai dengan persiapan mental dan fisik melalui arahan Kepala Madrasah yang menekankan empat pilar: kekompakan regu, kebersihan, ibadah, dan nama baik sekolah. Saat di lapangan, peserta menerapkan disiplin mandiri dalam pendirian tenda, pengelolaan logistik, dan partisipasi aktif di semua pos rotasi. Di Kampung Pengembangan Berkelanjutan, mereka belajar ketelitian membuat keripik tempe; di Kampung Pertanian Terpadu, mereka memahami siklus hidup tanaman; di Hasta Karya, mereka mengekspresikan kreativitas ramah lingkungan; di pos Kepramukaan, mereka mengasah teknik pionering dan sandi. Malam Api Unggun menjadi momen refleksi tertinggi, di mana nilai-nilai Dasa Dharma diinternalisasi melalui renungan jiwa yang menyentuh hati. Sepanjang kegiatan, pembina mendampingi dengan penuh kasih, memastikan bahwa setiap tantangan menjadi pelajaran, bukan beban. Hasilnya? Enam belas penggalang yang pulang bukan hanya membawa kenangan, tetapi juga semangat baru untuk mengamalkan Tri Satya dan Dasa Dharma di lingkungan madrasah dan masyarakat.
Salam Pramuka dari Bumi Menongo untuk Indonesia Maju
Partisipasi MI Muhammadiyah 02 Menongo dalam ITA JAMNAS 2026 adalah bukti bahwa pendidikan karakter ala Muhammadiyah bisa dikemas dalam format kepramukaan yang menyenangkan namun mendalam. Ketika Fahri, Faruq, Viko, Daffa, Hafiz, Rakha, Andra, Alif, Nina, Mila, Kinan, Biba, Nessa, Yasinta, dan Lyta berdiri tegap dalam upacara HUT Pramuka ke-65, mereka sedang menyatakan kesiapan menjadi generasi penerus yang disiplin, berdedikasi, dan berprestasi. Terima kasih kepada Kepala Madrasah, pembina pramuka, orang tua, dan seluruh panitia KKMI Sukodadi atas dukungan tak terhingga. Semoga keenam belas penggalang ini menjadi bibit unggul yang kelak memimpin bangsa dengan akhlak mulia dan jiwa kepemimpinan. Selamat berkemah, sukses untuk Regu Putra dan Regu Putri MI Muhammadiyah 02 Menongo! Salam Pramuka!
ITAJAMNAS2026 #MIMuhammadiyah02Menongo #PramukaMuhammadiyah #DisiplinBerdedikasiBerprestasi #SatyakuKudharmakanDharmakuKubhaktikan #KKMISukodadi #LamonganMegilan #PenggalangRamu #PendidikanKarakter #SalamPramuka






