Headline

Para Pemancing Asal Palembang Keluhkan Adanya Preman Pemalak di Desa Sungai Pinang, Banyuasin

81
×

Para Pemancing Asal Palembang Keluhkan Adanya Preman Pemalak di Desa Sungai Pinang, Banyuasin

Sebarkan artikel ini

Girpos.cm Banyuasin _ Preman kambuhan di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin kerap melakukan pemalakan terhadap para pemancing asal Palembang.

Seperti yang disampaikan oleh seorang pemancing inisial CHR mengatakan, setiap hari Minggu bersama teman-temannya rutin melakukan aktivitas memancing ke Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Ia mengungkapkan, para pemancing yang mayoritas berasal dari Palembang biasa datang menggunakan hingga puluhan motor.

Dan, untuk menuju Desa Sungai Pinang moto-motor tersebut menyeberangi sungai menggunakan perahu getek dengan tarif Rp15 ribu/motor begitu juga sebaliknya.

Namun, sesampainya di lokasi tempat mancing, yaitu di perkebunan karet milik warga yang berada di pinggiran sungai, para pemancing kerap disambangi beberapa orang yang diduga preman kambuhan melakukan pemalakan sebesar Rp10 ribu/motor dengan alasan uang keamanan dan kebersihan.

“Sudah 2 (dua) pekan ini setiap kami mancing pasti dimintai uang Rp10 ribu/motor,” ujar CHR kepada Wartawan, Minggu (28/06/2026).

Lanjut kata CHR, para preman yang tubuhnya bertato tersebut tidak hanya melakukan pemalakan di satu tempat saja. Akan tetapi, mereka juga menyusuri tepian sungai, mencari motor-motor para pemancing untuk di mintai uang.

“Sudah puluhan tahun kami mancing kesini belum pernah ada yang minta uang keamanan dan kebersihan. Inikan daerah perkebunan karet, motor-motor juga kami jaga sendiri, bahkan pemilik kebun sering bertemu dan ngobrol dengan kami,” jelasnya.

CHR berharap kepada Kepala Desa Sungai Pinang dan Aparat Penegak Hukum setempat agar bisa menindak tegas para pelaku pemalakan tersebut. Sebab, jika masalahnya di biarkan, maka di khawatirkan akan berimbas pada pendapatan tukang getek yang selalu setia menyeberangkan motor-motor para pemancing.

  • “Ongkos kami nyeberang Rp30 ribu, ngasih preman Rp10 ribu belum lagi buat kebutuhan kami di jalan. Apakah kami pulang pasti dapat ikan? itu belum tentu,” pungkas CRH tutup pembicaraan.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top