Berita Daerah

SPBU Sugio Tutup Sementara, Warga dan Pelaku Usaha Keluhkan Kelangkaan BBM dan Terganggunya Distribusi

259
×

SPBU Sugio Tutup Sementara, Warga dan Pelaku Usaha Keluhkan Kelangkaan BBM dan Terganggunya Distribusi

Sebarkan artikel ini

Girpos.com |SUGIO/LAMONGAN – Penutupan sementara Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, sejak beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak signifikan bagi warga setempat. Ketidaktersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah ini tidak hanya menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transportasi harian, tetapi juga menghambat roda perekonomian lokal serta distribusi barang antardaerah.

Kondisi Lapangan: Gerbang Tertutup dan Antrean Menghilang:

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Minggu, 5 Juli 2026, kondisi SPBU di Sugio terlihat sepi dan tidak ada aktivitas pelayanan sama sekali. Gerbang masuk dalam keadaan terkunci, dan deretan kendaraan yang biasanya memadati area pengisian kini tak tampak lagi. Suasana hening ini kontras dengan kebiasaan harian warga yang kerap mengantre demi mendapatkan jatah BBM.

“Biasanya di sini ramai antre dari pagi sampai sore. Sekarang tutup total. Kami jadi harus cari ke kecamatan lain yang jaraknya lumayan jauh,” keluh salah satu warga yang ditemui di lokasi. Keluhan senada disampaikan oleh para pengguna kendaraan pribadi maupun umum yang terpaksa mengalihkan rute pengisian bahan bakar mereka.

Biaya Operasional Naik, Distribusi Terhambat:

Penutupan SPBU Sugio berdampak paling berat pada pelaku usaha transportasi dan distribusi logistik. Ketergantungan terhadap pasokan BBM lokal membuat banyak sopir dan pedagang harus menempuh perjalanan ekstra ke wilayah tetangga seperti Sukodadi atau Kembangbahu hanya untuk mengisi tangki.

Salah seorang pelaku usaha dagang beras, Bapak Aman, mengungkapkan bahwa ia kini harus menempuh perjalanan lebih jauh setiap harinya. “Saya setiap hari keliling antar beras, tapi sekarang harus cari bensin sampai ke Sukodadi atau Kembangbahu. Ini jelas menambah waktu dan biaya operasional,” ujarnya.

Senada dengan itu, seorang sopir angkutan kota (angkot) juga merasakan imbasnya. “Harga sewa jadi naik karena solar harus isi di tempat lain. Kiriman sayur dan pupuk juga sempat telat karena harus muter dulu cari BBM,” jelasnya. Keterlambatan distribusi ini berpotensi mengganggu pasokan kebutuhan pokok dan sarana pertanian di wilayah Sugio jika penutupan berlanjut.

Stok Habis Akibat Kendala Distribusi:

Saat dikonfirmasi terkait alasan penutupan tersebut, petugas SPBU setempat memberikan penjelasan singkat namun tegas. Menurutnya, ketiadaan layanan bukan disebabkan oleh kerusakan fasilitas, melainkan karena stok BBM jenis Pertalite, Solar, maupun Pertamax telah habis total.

“BBM semua habis, karena pengiriman dari depot tersendat. Kami belum tahu kapan kiriman berikutnya akan tiba,” ujar pegawai SPBU tersebut. Keterangan ini mengindikasikan bahwa masalah kelangkaan BBM di Sugio berkaitan erat dengan gangguan rantai pasok atau logistik dari pihak penyedia bahan bakar pusat.

Kepastian dan Solusi Segera:

Menanggapi situasi ini, warga dan pelaku usaha di Kecamatan Sugio berharap agar pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait dapat memberikan kejelasan mengenai kapan pasokan BBM akan kembali normal. Mereka juga mendesak adanya solusi alternatif atau percepatan distribusi agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak semakin terpuruk.

Bagi warga Sugio yang membutuhkan BBM dalam masa transisi ini, disarankan untuk mempersiapkan stok cadangan atau merencanakan perjalanan pengisian bahan bakar ke wilayah terdekat sembari menunggu pemulihan layanan di SPBU lokal.

(Sami’an)

#KelangkaanBBM #SPBUSugio #Lamongan #EkonomiWarga #DistribusiBBM #InfoSugio #BahanBakarMinyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top