BeritaBerita Daerah

Kolaborasi GIM dan PWI Karanganyar Gelar Pengajian Rutin, Target Ekspansi ke Soloraya

654
×

Kolaborasi GIM dan PWI Karanganyar Gelar Pengajian Rutin, Target Ekspansi ke Soloraya

Sebarkan artikel ini

KARANGANYAR, GIRPOS COM – Sebanyak kurang lebih 100 pengurus dan anggota memadati Pendopo Monumen Ibu Tien Soeharto di Jaten, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu malam (28/6/2026). Mereka hadir dalam rangka pengajian dan doa bersama yang digelar perdana oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) Giribangun Indonesia Maju (GIM) berkolaborasi dengan Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) cabang setempat.

 

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 19.30 WIB hingga 22.30 WIB ini diinisiasi sebagai wujud sinergi kedua ormas dalam memperkuat ideologi kebangsaan. Sekretaris Jenderal GIM, Teguh Haryono, SH, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa acara ini lahir dari kesamaan visi, yaitu menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

“Di masa pemerintahan almarhum HM Soeharto, Nahdlatul Ulama (NU) menjadi mitra strategis dalam menjaga keutuhan NKRI. Hal inilah yang menjadi dasar fundamental bagi kolaborasi kita saat ini,” ujar Teguh Haryono di hadapan para peserta. Ia juga mengumumkan bahwa pengajian dan doa bersama perdana ini akan digelar secara rutin setiap selapanan (35 hari) sekali sebagai agenda tetap.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PWI Kabupaten Karanganyar, Prof. Dr. Abdul Aziz, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat sejalan dengan visi besar PWI. Menurutnya, penguatan narasi sejarah kebangsaan menjadi hal yang krusial saat ini.

Peserta yang hadir

“Ini adalah upaya kita bersama untuk menjaga agar tidak terjadi pembelokan sejarah yang kelak dapat bermuara pada upaya pengambilalihan NKRI oleh pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab,” tegas Prof. Abdul Aziz dalam sambutan perwakilannya.

 

Adapun susunan acara diawali dengan sambutan-sambutan dari pimpinan kedua ormas, dilanjutkan dengan doa, zikir, dan tahlil yang dipanjatkan khusus untuk almarhum Bapak HM Soeharto serta almarhumah Ibu Tien Soeharto. Suasana religius semakin terasa dengan penampilan Hadrah dari anggota GIM yang mengiringi pembacaan sholawat nabi. Di sela-sela rangkaian acara, lagu kebangsaan Indonesia Raya turut dikumandangkan bersama, menambah semarak rasa nasionalisme dan cinta tanah air di antara seluruh peserta yang hadir.

 

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dengan kehadiran sekitar 100 orang dari kedua organisasi tersebut. Melihat respons positif dan soliditas yang terjalin pada acara perdana ini, pihak panitia mengungkapkan bahwa kolaborasi serupa akan terus dikembangkan dan diperluas jangkauannya hingga ke wilayah Soloraya ke depan, guna memperkuat sinergi kebangsaan serta dakwah di kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top