Girpos.com |MADIUN – Peringatan Suran Agung ke-123 Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW TM) yang dipusatkan di Padepokan Setia Hati Winongo, Kota Madiun, pada Minggu, 28 Juni 2026, berhasil berlangsung khidmat, tertib, dan tanpa insiden berarti. Keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi kuat antara komitmen warga perguruan untuk menjaga adab persaudaraan dan strategi pengamanan preventif yang diterapkan oleh Polresta Madiun Kota.
Himbauan Kapolres:
“Jaga Kamtibmas, Jaga Persaudaraan, Jaga Kedamaian”
Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K., secara langsung memberikan apresiasi atas kelancaran acara. Melalui pesan resmi bertajuk “Bulan Suro Aman dan Nyaman, Guyub Rukun dalam Kebersamaan”, AKBP Wiwin menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan hasil kolaborasi dengan masyarakat. Himbauan “Jaga Kamtibmas, Jaga Persaudaraan, Jaga Kedamaian” menjadi mantra utama yang dipegang teguh oleh ribuan peserta Suran Agung. Kehadiran polisi di lapangan tidak dirasakan sebagai tekanan, melainkan sebagai jaminan rasa aman yang memungkinkan warga PSHW TM fokus pada rangkaian ritual spiritual dan silaturahmi akbar.
Manajemen Lalu Lintas: Patuhi Jalur yang Sudah Ditentukan
Kondusifnya arus lalu lintas selama acara puncak tidak lepas dari penerapan sistem pengaturan jalur keberangkatan dan kepulangan yang terstruktur. Polresta Madiun Kota merilis peta zonasi yang membagi rute peserta berdasarkan lima titik asal wilayah Kota Madiun: Sawahan, Jiwan, Kartoharjo, Taman, dan Maguwoharjo/Sambirejo.
Setiap kontingen diwajibkan mematuhi jalur spesifik yang telah ditentukan, baik saat menuju lokasi kegiatan maupun saat kembali ke daerah masing-masing. Misalnya, peserta dari wilayah Jiwan diarahkan melalui rute BNSBK-Bakur-Kabung-Wayut-Jl. Ring Road, sementara peserta dari Kartoharjo menggunakan Jl. Diponegoro-Jl. Kompol Sunaryo. Pemisahan arus ini efektif mencegah kemacetan massal dan potensi gesekan antar-kelompok di jalan raya. Pesan “Patuhi & Taati Jalur yang Sudah Ditentukan” terbukti dipatuhi oleh seluruh peserta, menciptakan harmoni lalu lintas yang langka di tengah kerumunan massa besar.
Rangkaian Acara Khidmat: Kirab Pusaka dan Tasyakuran
Suran Agung ke-123 mengusung tema “Meneguhkan Kesucian & Kebenaran, Merawat Perdamaian, Menguatkan Persaudaraan & Persatuan Untuk Kesejahteraan Bersama”. Rangkaian acaranya meliputi Kirab Pusaka Tiga Zaman, Tasyakuran, hingga puncak acara di Lapangan Winongo. Dokumentasi menunjukkan suasana panggung yang megah dengan dekorasi emas-putih, serta penampilan atraksi seni bela diri yang memukau ribuan penonton. Tagline “Mari Gulung Baju Untuk Maju, Tinggikan Syi’ar SH nan Jaya” menggema sebagai semangat kolektif untuk terus berkarya bagi bangsa.
Warisan Nilai: Keamanan sebagai Bagian dari Ibadah
Keberhasilan Suran Agung 2026 membuktikan bahwa tradisi leluhur dapat beradaptasi dengan tuntutan keamanan modern tanpa kehilangan esensi spiritualnya. Bagi warga PSHW TM, menjaga ketertiban dan menghormati aturan kepolisian adalah bagian dari pengamalan ajaran “Setia Hati” itu sendiri—yaitu setia pada kebenaran, setia pada negara, dan setia pada sesama saudara.
Dengan berakhirnya acara secara damai, Polresta Madiun Kota dan Pengurus Pusat PSHW TM telah menorehkan catatan penting: bahwa perayaan budaya dan religi skala besar bukanlah sumber kerawanan, melainkan momen untuk memperkuat kohesi sosial. Bulan Suro tahun ini benar-benar menjadi bulan yang “Aman, Nyaman, dan Guyub Rukun” bagi seluruh warga Kota Madiun dan Nusantara.
(SAMI’AN)
#SuranAgung123 #PSHWTM #PolriUntukMasyarakat #MadiunAman #GuyubRukun #AKBPWiwin #PengamananSuranAgung #BulanSuro2026






