PRINGSEWU, GirPos.com – Seorang pemuda warga desa Bumi Ratu dengan inisial RR yang diduga namanya tercantum sebagai peminjam (konsumen) di perusahaan Permodalan Nasional Mandiri (PNM) Mekar, daerah kabupaten Pringsewu yang di jalan Hi. Gholib, Kamis (8/2/2024).
Ironisnya, RR mengaku mendapat telpon dari pihak PNM Mekar Pringsewu yang bernada tinggi dan mengancam akan dibunuh, karena tidak membayar angsuran bulanan.
“Saya tidak merasa pernah meminjam uang di perusahaan tersebut. namun mengapa tiba-tiba menelpon dengan nada tinggi dan kasar, dan mengancam akan membunuh jika tidak bayar angsuran bulan,” ungkap RR pada Kamis.
Masih dikatakan RR bahwa ia tidak merasa meminjam di perusahaan tersebut. Namun, nomor telponnya tercatat sebagai peminjam.
“Sedangkan saya tidak pernah melakukan pinjaman tersebut,” kata RR.
Lebih lanjut, RR mengatakan, bahwa dirinya masih sekarang masih di Jakarta. “Saya minta tolong kepada awak media agar dapat menengahi permasalahnya, adanya dugaan pengancaman itu,” lanjut RR.
Menurut RR Dirinya tidak merasa melakukukan peminjaman kepada pihak PNM Mekar Pringsewu, dan tiba-tiba dirinya mendapat telpon dari saudara RK dan mempertanyakan bayaran bulanan angsuran. karena ia tidak merasa meminjam.
“Apa yang harus dibayar, sedangkan saya tidak merasa meminjam kepihak PNM Mekar Pringsewu, lalu ada kata-kata ancam akan dibunuh RK, dari situlahlah terjadi cekcok melalui via telpon. sedangkan yang melakukan pinjaman RR yaitu saudari RT yang di jelaskan RK,” jelas RR.
Atas informasi tersebut, awak media mengkonfirmasikan melalui telpon seluler kepada salah satu rekannya yang berinisilal DD dari rekannya RK penagih/karyawan PNM Mekar Pringsewu tersebut, mengatakan RK hanya meminta nomor hp si RR saja.
“Saudara RK cuma meminta nomor RR, kalau masalah adanya pengancaman saya tidak mengetahui,” kata DD.
Sementara RK yang diduga berbahasa dengan nada mengancam saat menelpon RR mengatakan bahwa, nomor telpin RR tercantum dipenyurvean pinjaman PNM Mekar.
“Saya menelpon saudara RR Karna nomor beliau, tercantum di penyurvean pinjaman,” kata RK saat dikonfirmasi.
RK ditanya soal ada dugaan pengancaman pembunuhun terhadap saudara RR, dengan singkat ia menjawab, saat itu saya hilap.
“Saat itu saya hilap, dan saudara RR juga bicara tidak pantas didengar,” cetus RK.
Saat RK ditanya, bukti kalau nomor saudara RR itu telah tercantum dipembukuan catatan survey pinjamannya, ia hanya bisa menjawab, bahwa nomor saudara RR dikirim dari temennya DD selaku pekerja (PNM) mekar Pringsewu yang juga beralamatkan di Jln. Hi.Gholib.
Sementara Selvia selaku pimpinan PNM Mekar Pringsewu, jalan Hi. Gholib melalui dikonfirmaai melalui via telpon atas prilaku dugaan RK yang bicara kasar dan bernada mengancam tersebut namun belum ada tanggapan, sampai pemberitaan ini diterbitkan. (tiem)






