Example 728x250
Berita Kriminal

Tim Penyidik Kejati Sulsel Lakukan Penggeledahan Serentak Pada Dua Tempat Terkait Penyidikan Dugaan Mafia Tanah Pada Kegiatan Pembayaran Ganti Rugi Lahan Proyek Strategis Nasional Pembagunan Bendungan Paselloreng di Wajo Tahun 2021

47
×

Tim Penyidik Kejati Sulsel Lakukan Penggeledahan Serentak Pada Dua Tempat Terkait Penyidikan Dugaan Mafia Tanah Pada Kegiatan Pembayaran Ganti Rugi Lahan Proyek Strategis Nasional Pembagunan Bendungan Paselloreng di Wajo Tahun 2021

Sebarkan artikel ini
Tim Penyidik Kejati Sulsel Lakukan Penggeledahan Serentak Pada Dua Tempat, (Doc Photo Andrie Kasubid Kehumasan Puspenkum)

JAKARTA, GirPos.com – Setelah menetapkan 6 (enam) orang tersangka yang dilanjutkan dengan tindakan penahanan terkait dugaan mafia tanah pada kegiatan pembayaran ganti rugi lahan Proyek Strategis Nasional Pembangunan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo Tahun 2021, Rabu (01/11/2023).

Maka pada hari Selasa tanggal 31 Oktober 2023, Tim Penyidik pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah melakukan Tindakan Penyidikan berupa penggeledahan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Nomor : Print-1061/P.4/Fd.2/10/2023 tanggal 30 Oktober 2023 dan Penetapan Ijin Penggeledahan Nomor : 6/PenPid.Sus-TPK-GLD/2023/PN.Mks. tanggal 31 Oktober 2023 dari Pengadilan Negeri Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar, dimana penggeledahan dilakukan pada 2 (dua) tempat berbeda yaitu :

BACA JUGA  Komisi III DPR RI Berikan Dukungan kepada Kejaksaan RI untuk Jaga Netralitas Pemilu Tahun 2024

Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan, di Jalan Opu Daeng Risadju Nomor 438 Baji Mappakasunggu kecamatan Mamajang, Kota Makassar rumah kediaman tersangka AA di Perumahan Bumi Aroepalla No. U32 Kab. Gowa.

Penyidikan, (Doc Photo Kehumasan Puspenkum)

Penggeledahan di kedua tempat tersebut berlangsung secara serentak mulai pukul 13.15 wita dan masing masing tim telah mengamankan dokumen ataupun barang bukti lainnya terkait kasus dimaksud antara lain :

Dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan, didapat berupa 27 (dua puluh tujuh) bundel dokumen yang terdiri dari Revisi Dokumen Perencanaan Pengadaan tanah Pembangunan Bendungan Passeloreng di kabupaten Wajo.

Dokumen Perencanaan Jaringan Air Baku Passeloreng Kaupaten Wajo, Dokumen tentang poin-poin tentang kawasan hutan passeloreng, dokumen tentang gambarang kondisi areal bendungan passeloreng yang masuk dalam kawasan hutan, Peta genangan bendungan passeloreng yang masuk dalam kawasan hutan, dan dokumen usulan perubahan kawasan hutan dalam rangka revisi RTRWP Sulawesi Selatan dan penanganan kontrak.

BACA JUGA  Sat Polairud Polres Bangka Barat Amankan Tambang Ilegal Diperairan Keranggan  

Rumah kediaman tersangka AA, ditemukan beberapa dokumen terkait pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Paselloreng Kab.Wajo, 1 (satu) buah handphone merk Oppo milik Istri Tersangka AA dan 1 (satu) buah flashdisk milik tersangka AA merk toshiba 16 gb.

Penggeledahan oleh tim, (Doc Photo Kehumasan Puspenkum).

Selanjutnya terhadap dokumen-dokumen maupun barang bukti tersebut akan dilakukan penelitian dan selanjutnya diajukan penyitaan sebagai alat bukti surat dan barang bukti yang akan digunakan untuk pembuktian dugaan mafia tanah pada kegiatan pembayaran ganti rugi lahan pada proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo Tahun 2021.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Leonard Eben Ezer Simanjuntak kembali menegaskan, agar seluruh saksi saksi maupun pihak lainnya untuk tidak merintangi atau mengagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan perkara ini dan Tim penyidik Kejati Sulsel tidak ragu menindak tegas para pelaku sesuai pasal 21 UU No. 31 tahun 1999 Jo UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana  Korupsi. (Red/Kehumasan Puspenkum)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250