
Pali, Girpos.com – Bertempat di ruang rapat Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), jajaran pemerintah daerah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) intensif terkait Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Selasa (27/01/2026).

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, saat ini tercatat sebanyak 12 desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten PALI yang telah memulai dan menjalankan progres pembangunan fisik Gerai dan Gudang Koperasi Merah Putih.
1. KKKMP Talang Ubi Utara
2. KDKMP Kota Baru
3. KDKMP Betung
4. KDKMP Mangku Nengara
5. KDKMP Karta Dewa
6. KDKMP Sukadamai
7. KDKMP Tanding Marga
8. KDKMP Simpang Tais
9. KDKMP Betung Barat
10. KDKMP Sukamaju
11. KKKMP Handayani Mulia
12. KDKMP Betung Selatan
Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah desa dalam mewujudkan kemandirian ekonomi.
Rapat ini dipimpin oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten PALI, Raden Abdurrohman, M.Pd, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan, Rahmat Dinata, S.TP.
Dalam arahannya, Rahmat Dinata menekankan bahwa pembangunan fisik ini merupakan komitmen besar Pemerintah Kabupaten PALI untuk menghidupkan ekosistem usaha di tingkat desa. Ia menggarisbawahi pentingnya sinkronisasi antara perencanaan anggaran dan eksekusi lapangan.
”Pembangunan gerai dan gudang ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi bagi Koperasi Merah Putih agar memiliki daya saing. Kami berkoordinasi dengan PU TR dan Perkim untuk memastikan spesifikasi teknis bangunan sesuai dengan standar pergudangan yang layak,” ujar Rahmat Dinata.
Kehadiran berbagai instansi seperti DPMD, BPKAD, serta Danramil 04-03 Talang Ubi menunjukkan bahwa proyek ini dikawal secara ketat dari sisi administrasi aset maupun keamanan wilayah.
Ada beberapa poin utama yang dibahas dalam rapat tersebut meliputi yaitu memastikan lokasi pembangunan gerai di setiap desa telah bersih secara administrasi (Clean and Clear) da mengatur linimasa agar pembangunan selesai tepat waktu sehingga koperasi bisa segera beroperasi serta memanfaatan gudang sebagai titik distribusi komoditas unggulan desa.
Para Kepala Desa, Lurah, serta pengurus Koperasi Merah Putih yang hadir menyambut baik percepatan ini. Fasilitas pergudangan diharapkan mampu memutus rantai distribusi yang panjang, sehingga harga kebutuhan pokok di desa tetap stabil dan produk lokal memiliki tempat pemasaran yang representatif.
”Kami meminta para pengurus koperasi untuk mulai menyiapkan manajemen operasionalnya, sementara pemerintah daerah fokus pada penuntasan infrastruktur fisiknya. Semua harus berjalan beriringan,” tutup Rahmat.
Liputan : Deni Gustari.






