Girpos.com |LAMONGAN – Sebuah kisah nyata tentang ketulusan dan pengabdian tanpa pamrih kembali mengharukan publik. Ipda Purnomo, S.E., M.H., Kanit Binpolmas Polres Lamongan, resmi menerima penghargaan bergengsi “Polisi Inspiratif 2026” yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026. Penghargaan ini bukan datang secara instan, melainkan buah dari dedikasi bertahun-tahun yang bermula dari hal-hal sederhana namun penuh makna, seperti ketika ia secara pribadi mengantar seorang ibu pemulung pulang ke rumahnya. Kini, setelah mendapat restu dari Istana, Ipda Purnomo justru semakin giat menapaki jalan-jalan sunyi untuk menolong mereka yang terlupakan, termasuk berencana mengunjungi warga lumpuh dan tuna netra di Kedungpring serta membebaskan korban pasung di Pati.
Pertemuan di Pinggir Jalan yang Mengubah Segalanya
Kisah inspiratif Ipda Purnomo memiliki fondasi yang kuat pada empati terhadap warga kecil. Pada Selasa, 4 November 2025, di tengah kesibukan tugasnya, Ipda Purnomo berpapasan dengan Muntamah (50-an), seorang ibu paruh baya warga Dusun Guci, Desa Jubellor, yang sedang memulung sejak subuh. Melihat kegigihan wanita tangguh yang terkadang hanya membawa pulang Rp15.000 demi sesuap nasi itu, hati Ipda Purnomo tergerak. Tanpa sekat jabatan atau protokoler, ia menawarkan diri mengantarkan Muntamah pulang ke Guci menggunakan kendaraan dinas.
Tindakan sederhana itu menjadi simbol nyata bahwa polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pelindung dan pengayom yang menyentuh sisi kemanusiaan. “Kita sebagai bagian dari masyarakat sudah seharusnya saling membantu. Apa yang saya lakukan adalah realisasi tugas kami sebagai pelayan masyarakat,” ujar Ipda Purnomo kala itu. Namun, mengantar ibu pemulung hanyalah satu dari ribuan aksi kemanusiannya. Selama bertahun-tahun, ia dikenal aktif merawat ribuan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), memberikan santunan rutin kepada kaum duafa, serta mendukung pendidikan anak-anak yatim piatu di Lamongan.
Suami Istri Sakit Dipaksa Berpisah Karena Ekonomi
Dedikasi Ipda Purnomo tidak mengenal batas wilayah. Baru-baru ini, ia menyoroti derita keluarga di Dusun Dradah RT 3 RW 07, Desa Dradah Blumbang, Kecamatan Kedungpring. Rianti (45 tahun) yang tuna netra dan suaminya Sami (47 tahun) yang lumpuh akibat stroke, terpaksa harus berpisah tempat tinggal karena keterbatasan ekonomi. Sang istri kini dirawat oleh ibunya, Mbah Atun, sementara sang suami harus pulang ke Pasuruan untuk dirawat keluarganya.
Mengetahui kondisi ini, Ipda Purnomo segera melakukan silaturahmi dan menjanjikan bantuan. “Insyaallah minggu ini ada 6 pasien lagi yang akan kami rawat gratis semoga segera sehat pulih dan pulang kembali ke keluarganya masing-masing,” ungkapnya. Ia juga berencana mengunjungi Mbah Ladi, seorang lansia penderita kusta yang tinggal sendirian di rumah tidak layak huni di Dusun Mloko, Desa Gempoltukmloko, Kecamatan Sarirejo, sepulang dari tugas di Jakarta. Bagi Ipda Purnomo, setiap manusia berhak hidup merdeka dan bahagia, terlepas dari kondisinya.
Membebaskan Korban Pasung dan Menolong Anak Hilang
Semangat kemanusiaan Ipda Purnomo bahkan melampaui batas kabupaten. Ia mengungkapkan keinginan kuat untuk segera membebaskan seorang pemuda warga Pati, Jawa Tengah, yang telah dipasung selama 25 tahun. “Ingin melihat senyum pemuda itu kembali. Setiap manusia berhak hidup merdeka, mari bersama kita wujudkan kebaikan untuk masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Selain itu, rumah Ipda Purnomo sering kali menjadi tempat singgah bagi mereka yang tersesat. Seorang anak bernama Alden yang ditemukan warga di sekitar Pasar Babat kini dititipkan perawatannya di rumahnya sambil menunggu orang tuanya di Surabaya ditemukan. Begitu pula dengan seorang pria terlantar yang niat berjalan kaki pulang ke Semarang, awalnya marah dan ngamuk, namun setelah dibersihkan dan diberi makan di rumah Ipda Purnomo, ia akhirnya bisa dibantu pulang dengan selamat.
Dihargai Langsung oleh Presiden Prabowo
Konsistensi Ipda Purnomo dalam menjalankan amanah profesi dengan hati akhirnya membuahkan hasil manis. Dalam upacara HUT Bhayangkara ke-80, Presiden Prabowo Subianto secara khusus menyoroti dedikasi Ipda Purnomo sebagai teladan Polri yang Presisi dan humanis. Penghargaan “Polisi Inspiratif” ini menegaskan bahwa dalam institusi kepolisian, kebaikan sekecil apa pun tidak akan pernah luput dari apresiasi. Bagi Ipda Purnomo, piagam tersebut bukan sekadar benda mati, melainkan validasi bahwa jalan kebaikan yang ia tempuh bersama rekan-rekan relawan dan donatur adalah jalan yang benar.
Jabatan Adalah Amanah, Bukan Privilese
Dalam sambutannya setelah menerima penghargaan, Ipda Purnomo menyampaikan pesan yang sederhana namun menohok. Ia menekankan bahwa seragam polisi adalah amanah rakyat, bukan alat untuk mencari keuntungan pribadi. “Penghargaan ini sebenarnya milik semua orang baik yang telah membantu saya selama ini. Saya hanya perwakilan. Semoga ini menjadi inspirasi bahwa jabatan adalah tanggung jawab, dan pengabdian tulus akan selalu meninggalkan jejak yang berarti bagi sesama,” ungkapnya dengan suara bergetar. Ia juga berpesan kepada rekan-rekan seprofesi agar tidak kehilangan rasa empati di tengah tugas-tugas operasional yang berat, karena sentuhan kemanusiaan adalah kunci kepercayaan publik.
Bangga dan Terharu
Kabar diterimanya penghargaan oleh Ipda Purnomo disambut dengan luapan kebanggaan oleh warga Lamongan. Muntamah, ibu pemulung yang pernah dibantunya, meski tidak hadir dalam acara tersebut, dikabarkan sangat haru dan mendoakan agar Pak Pol terus sehat dan diberi kekuatan. “Dulu beliau cuma nganter saya pulang pakai motor, sekarang malah dipuji Presiden. Beliau memang orangnya rendah hati, nggak pernah mau disebut-sebut,” cerita salah satu tetangga Muntamah di Dusun Guci.
Sementara itu, tokoh masyarakat dan aktivis sosial di Lamongan menilai penghargaan ini sebagai angin segar bagi citra Polri. Mereka mengapresiasi bahwa ada personel yang mampu melampaui kewajiban dinas dan menjadikan kemanusiaan sebagai prioritas. “Ipda Purnomo membuktikan bahwa polisi bisa dekat dengan rakyat tanpa harus menunggu perintah atasan. Ini contoh nyata ‘Polri Untuk Masyarakat’ yang selama ini hanya jadi slogan,” ujar Ketua Yayasan Nurul Hayat Lamongan yang kerap berkolaborasi dengannya dalam kegiatan sosial.
Kisah Ipda Purnomo menjadi pengingat abadi di momen HUT Bhayangkara ke-80 ini: bahwa pahlawan tidak selalu memakai jubah superhero, ada yang setiap hari mengenakan seragam biru, lalu memilih hadir untuk mereka yang sering terlupakan. Selamat atas penghargaan inspiratif, Pak Purnomo! Semoga langkah kakimu terus ringan menapaki jalan-jalan sunyi untuk menebar manfaat bagi negeri.
(Sami’an)
PolisiInspiratif2026 #IpdaPurnomo #HUTBhayangkara80 #PolriUntukMasyarakat #LamonganMegilan #KisahNyataPolri #PresidenPrabowo #HumanisPolri #TeladanBangsa #BebasPasung #PeduliSesama






