Berita Peristiwa

“Siapa yang Gak Kenal Saya” Perlakuan Kasar Preman Proyek Terhadap Jurnalist Kompas Nusantara Online Saat Meliput

465
×

“Siapa yang Gak Kenal Saya” Perlakuan Kasar Preman Proyek Terhadap Jurnalist Kompas Nusantara Online Saat Meliput

Sebarkan artikel ini
(Gambar ilustrasi, doc photo: net)

LAMPUNG TENGAH, GirPos.com – Bermula saat Bambang Irawan, wartawan Kompas nusantara onlene melaksanakan tugas jurnalis melakukan pemantauan pembangunan drainase di ruas jalan Provinsi yang berlokasi di kampung Sukosari, kecataman Kalirejo, jum’at (08-12-2023).

Saat wartawan media tersebut mengambil dokumentasi dan vidio, oknum bernama (Herman) yang mengaku wartawan KPK memanggil dengan nada keras terkesan tidak senang dengan kehadiran dua orang awak mediat tersebut.

“Inilah yang namanya (Herman) dari KPK semua jalan proyek yang saya kerjakan gak ada yang berani menganggu. Semua wartawan seniorpun gak ada yang berani mempermasalahkan pekerjaan saya. Apalagi cuman wartawan ecek-ecek, mau ta’un belau yang lain juga,” hardiknya.

Oknum anggota media KPK dalam keadaan emosi bilang. “Tanya semua wartawan senior yang ada di provinsi Lampung siapa yang gak kenal (Herman) Gunung Agung, cor-coran semua saya yang pegang gak ada yang bermasalah dengan wartawan. Semua wartawan senior pasti balik kanan kalau tahu yang mengerjakan Herman,” tukasnya.

Sementara Kepala Divisi organisasi Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Lampung, Suroso menyayangkan sikap oknum Preman yang mengaku Wartawan yang mengerjakan proyek tersebut.

Karna menurut Surosa, kalau “Herman” itu benar wartawan, tentunya tidak bersikap kasar dengan kehadiran rekan wartawan yang melaksanakan tugas jurnalistik.

“Saya yakin orang tersebut Preman, bukan wartawan. Kalau benar dia (Herman-red) adalah wartawan pasti dia mengerti etika dan kode etik. Mestinya dia dapat menyambut baik kedatangan wartawan yang sedang bertugas bukan di bentak-bentak. Meskipun dia wartawan, ketika dia mengerjakan proyek, dia harus paham pekerjaannya akan diawasi oleh semua pihak termasuk rekan-rekan wartawan, karna dana anggaran proyek tersebut bersumber dari uang negara, bukan uang pribadinya,” jelas Suroso.

Sementara (Herman) selaku pekerja proyek yang dihubungi via telpon untuk dimintai tanggapannya, sampai berita ini dimuat, tidak memberikan penjelasan. (Tim)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top