Berita Peristiwa

Kelangkaan Solar di POM Sugio Bikin Warga Menggerutu – Ganggu Jadwal Garap Sawah Pasca Panen

233
×

Kelangkaan Solar di POM Sugio Bikin Warga Menggerutu – Ganggu Jadwal Garap Sawah Pasca Panen

Sebarkan artikel ini

Girpos.com ,LAMONGAN – Sejak dua hari terakhir, suasana di POM Sugio, Kecamatan Sugio, berubah drastis. Antrian kendaraan dan mesin penggerak yang biasanya mengular panjang mendadak menghilang. Bukan karena kebutuhan berkurang, melainkan karena stok solar di tempat itu benar-benar kosong dan belum terisi kembali.

Keluhan serupa terdengar dari berbagai sudut, mulai dari obrolan santai di warung kopi hingga keluh kesah pemilik traktor dan mesin panen. “Sudah dua hari kami datang ke POM Sugio, tapi solarnya habis. Pulang saja, besok coba lagi tapi tetap belum tersedia,” ujar Pandoli, warga Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Rabu (1/7/2026).

Keluhan ini bukan hanya dirasakan Pandoli. Di halaman pom bensin, terlihat Bapak Kastum dan Bapak Suwono juga berdiri menunggu tanpa kepastian. Harapan mereka sederhana: agar pemerintah memastikan pasokan BBM, terutama solar, datang tepat waktu dan tidak kosong saat dibutuhkan.

Waktu ini memang sedang dalam masa yang genting bagi masyarakat tani. Para petani di wilayah Sekarbagus baru saja menyelesaikan masa panen padi, dan kini harus segera masuk tahap pengolahan lahan untuk persiapan tanam berikutnya. Traktor harus berjalan, mesin combi dan pompa air harus berputar. Tanpa pasokan solar yang cukup, seluruh kegiatan di sawah terhenti seketika.

Dampak Langsung Terasa di Masyarakat

Kelangkaan solar ini menimbulkan efek berantai yang terasa hingga ke tingkat ekonomi paling bawah:

Sektor Pertanian dan Perikanan

Mesin traktor, penggiling padi, pompa air irigasi, hingga kapal nelayan tidak dapat dioperasikan. Jeda satu hari saja dapat menggeser jadwal tanam, berisiko menurunkan hasil panen pada musim berikutnya. Petani kecil paling merasakan dampaknya karena umumnya tidak memiliki cadangan stok BBM.

Transportasi dan Distribusi Pangan

Angkutan barang, truk pengangkut hasil tani, dan kendaraan umum terhambat operasionalnya. Biaya pengiriman kebutuhan pokok ikut meningkat, sehingga harga sembako di pasar desa pun berpotensi naik.

Usaha Mikro dan Kecil

Genset untuk warung, bengkel, dan usaha pengolahan hasil tani terhenti beroperasi. Produksi menurun dan pendapatan pelaku usaha berkurang drastis.

Beban Waktu dan Biaya

Warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk antre atau bolak-balik ke pom bensin yang jauh. Jika terpaksa membeli di pasar eceran, harga solar bisa melonjak di atas Harga Eceran Tertinggi, sehingga pengeluaran rumah tangga dan biaya usaha membengkak.

“Kalau sudah begini, biaya garap sawah jadi molor. Kalau cari di tempat lain harganya lebih mahal. Kalau ditunda, nanti jadwal tanam berantakan,” tambah Kastum.

Upaya Mengatasi Kelangkaan

Menanggapi kondisi ini, pihak terkait biasanya menempuh sejumlah langkah untuk memulihkan pasokan dan menjaga ketertiban distribusi:

– Penambahan Alokasi Pasokan: Pertamina bersama BPH Migas menambah kuota penyaluran solar ke SPBU di wilayah prioritas pertanian, terutama saat musim tanam dan panen.
– Pengawasan Ketat: Satgas gabungan yang terdiri dari petugas BPH Migas, Pertamina, Polri, TNI, dan pemerintah daerah turun ke lapangan untuk memantau penyaluran, mencegah penimbunan, serta menjual di atas harga resmi.
– Penyaluran Tepat Sasaran: Penerapan sistem pembelian menggunakan kode QR dan data pada aplikasi MyPertamina dilakukan agar solar subsidi hanya dinikmati oleh sektor yang berhak, seperti pertanian dan transportasi umum.
– Koordinasi Daerah: Pemerintah kabupaten diminta mendata kebutuhan riil warga dan petani secara berkala, sehingga alokasi pasokan dapat disesuaikan lebih cepat sesuai kebutuhan lapangan.
– Edukasi Masyarakat: Warga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan, tidak menimbun, dan segera melaporkan jika ditemukan adanya penyimpangan penyaluran.

Bagi petani dan warga di Desa Sekarbagus serta wilayah Sugio, keberadaan solar bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan sama pentingnya dengan air dan benih untuk melanjutkan siklus pertanian. Kelancaran pasokan BBM saat ini menentukan kelancaran satu musim tanam ke depan.

Warga berharap penambahan pasokan segera tiba dan distribusi berjalan lancar, agar roda usaha di sawah, jalan, dan usaha kecil kembali berputar normal. Semoga kelangkaan ini hanya bersifat sementara dan tidak mengganggu hasil panen serta kesejahteraan masyarakat di wilayah Sugio dan sekitarnya.

Kutipan:

“Solar itu nyawa kami sekarang. Kalau kosong, sawah tidak bisa diolah, rezeki pun tertahan. Kami minta saja pasokannya lancar saat dibutuhkan.”

Sumber: Wawancara Langsung Warga dan Pengamatan Lapangan
Tanggal: Rabu, 1 Juli 2026

Hashtag:
#KelangkaanSolar #SugioLamongan #Sekarbagus #PertanianLamongan #BBMSubsidi #KesejahteraanPetani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top