Headline

‎Waspada! Jalan Lintas PALI–MUBA Putus Akibat Hujan Deras, Kendaraan Roda Empat Tak Bisa Melintas

367
×

‎Waspada! Jalan Lintas PALI–MUBA Putus Akibat Hujan Deras, Kendaraan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Sebarkan artikel ini

Pali, Girpos.com – Akses transportasi yang menghubungkan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) lumpuh total pada Sabtu sore. Hal ini disebabkan oleh ambrolnya struktur gorong-gorong di jalan lintas provinsi, tepatnya di Desa Prabumenang, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI.

 

‎Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (11/04/2026) sekitar pukul 17:25 WIB. Tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan debit air meningkat drastis, sehingga arus air yang deras menggerus fondasi jalan dan menyebabkan gorong-gorong jebol.

‎Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan jalan tersebut sangat fatal. Badan jalan yang melintasi gorong-gorong nampak amblas, menyisakan lubang besar yang memutus arus lalu lintas. Akibatnya, kendaraan roda empat maupun truk pengangkut logistik sama sekali tidak dapat melintas.

‎Kepala Desa Kota Baru, Yusri Qolbi, yang kebetulan melintas di lokasi sesaat setelah kejadian, mengonfirmasi bahwa kondisi jalan saat ini sangat membahayakan pengguna jalan.

‎”Kondisinya cukup parah karena arus air yang sangat deras akibat hujan tinggi belakangan ini. Saat ini jalan benar-benar tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat,” ujar Yusri Qolbi saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

‎Mengingat jalur ini merupakan urat nadi perekonomian dan akses utama masyarakat antar-kabupaten, Yusri berharap pihak terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sumatera Selatan, segera mengambil tindakan nyata.

‎Beberapa poin desakan dari pihak pemerintah desa setempat yaitu meminta Pemasangan Plat Besi Sebagai solusi jangka pendek agar kendaraan minimal bisa melintas secara darurat. Dan melakukan Perbaikan Permanen mengingat curah hujan yang masih tinggi, diperlukan konstruksi gorong-gorong yang lebih kokoh atau jembatan box culver, serta diberikan Rambu Peringatan Pemasangan tanda bahaya di radius tertentu agar pengendara tidak terjebak di titik longsor.

‎Putusnya jalan di Desa Prabumenang ini memaksa para pengendara untuk memutar arah dengan jarak tempuh yang jauh lebih lama atau terpaksa menghentikan perjalanan. Warga khawatir jika tidak segera diperbaiki, distribusi kebutuhan pokok antara PALI dan Musi Banyuasin akan terhambat, yang berpotensi memicu kenaikan harga barang di wilayah sekitar.

‎Hingga berita ini diturunkan, warga setempat secara swadaya memasang tanda darurat menggunakan dahan pohon untuk memperingatkan pengendara yang datang dari arah Penukal maupun dari arah Musi Banyuasin agar berhati-hati, terutama saat malam hari karena minimnya penerangan di sekitar lokasi.

‎Laporan : Deni Gustari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top