Gelar Lokakarya, Hasil Perhutanan di Lamsel Terdiri Dari Biji Kopi

Lokakarya Penyusunan Masterplan, (doc photo kmf/Zain)

LAMPUNG SELATAN, GirPos.comBalai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Wilayah Sumatera menggelar Lokakarya Penyusunan Master Plan Integrated Area Development (IAD) Berbasis Perhutanan Sosial (Strengthening of Social Forestry) di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel)

Kegiatan Penyusunan Masteplan Integrated Area Development, dilaksanakan pada tanggal 15 – 18 November 2023. Pembukaan kegiatan ini berlangsung di Aula Sebuku, Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, pada Rabu (15/11/2023). Kegiatan di buka oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Lamsel Muhadi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera, Direktorat Bangda Kemendagri, Bappeda Kabupaten Lampung Selatan dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

BACA JUGA  LSM PAMATANK Gelar Demo Tuntut KPU Dapat Berikan Perhatian Serius Ke Petugas KPPS

Tujuan dari lokakarya penyusunan IAD yang dilaksanakan hari ini hingga tiga hari ke depan, adalah menumbuhkan komitmen bersama antara pemerintah pusat, Pemerintah Daerah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, dalam rangka Pengembangan Integrated Area Develompment Berbasis Perhutanan Sosial, sebagai impelementasi Peraturan Presiden No. 28 Tahun 2023 dan terbentuknya rencana aksi dan mendorong kesepakatan antara sektor strategis di Lampung Selatan.

Kepala Bappeda Lamsel Aryan Sahurian, menyampaikan mengenai potensi dan hasil perhutanan sosial di Kabupaten Lampung Selatan.

“Hasil perhutanan di Lamsel terdiri dari biji kopi, alpukat, biji kemiri, cengkeh, madu, pisang, nila aren, durian, eko wisata, durian, petai, jengkol, buah-buahan, gula kelapa, jagung, jahe, kerajinan, kunyit, melinjo, perikanan, sarang semut dan tanaman lainnya,” kata Aryan Sahurian.

BACA JUGA  Terobosan inovasi Cegah Laka, Satlantas Polres Boyolali Pasang Miror

Dalam kesempatan itu, Aryan Sahurian juga menyampaikan, dukungan kebijakan dan program pemberdayaan masyarakat berbasis perhutanan sosial di Kabupaten Lampung Selatan.

Dimana, dari 91 Desa dan 14 Kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan yang menjadi Kawasan Perhutanan Sosial, terdapat 6 desa wisata yang terletak di 5 kecamatan.

“Desa Kunjir dengan wisata Pantai Kunjir, Desa Kecapi dengan wisata Kebun Lebah, Desa Way Kalam dengan wisata Air Terjun Way Kalam, Desa Totoharjo dengan wisata Pantai Belebuk, Desa Srikaton dengan wisata Gunung Batu dan Desa Sukaraja dengan wisata Air Terjun Way Tayas,” ungkapnya. (Zain)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *